44,5 ha Lahan CSR Ganepo Terancam Puso, Tata Air Jadi Sorotan
KOTAWARINGIN TIMUR – Sekitar 44,5 ha lahan pertanaman padi di Desa Ganepo, Kabupaten Kotawaringin Timur, berpotensi mengalami puso akibat kekeringan. Kondisi tersebut ditemukan saat Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah melakukan monitoring pada lahan Poktan Tanggiran Makmur.
Pada Musim Tanam (MT) II, luas pertanaman di lokasi mencapai sekitar 100 ha. Berdasarkan laporan Agustus, sekitar 20 ha telah mengalami puso akibat kekeringan. Data terbaru menunjukkan tambahan sekitar 24,5 ha lahan yang mengalami kondisi serupa.
Ancaman puso masih terdapat pada lahan yang belum mendapatkan pasokan air memadai. Pada saluran sekunder 1, sekitar 60,5 ha lahan berpotensi puso apabila tidak segera mendapatkan aliran air. Sementara pada saluran sekunder 2, sekitar 15 ha lahan menghadapi risiko yang sama.
Persoalan pada saluran sekunder 2 diperparah oleh ukuran saluran yang terlalu lebar. Air pasang surut dengan cepat sehingga tidak bertahan cukup lama untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Petani telah berupaya memanfaatkan air pasang dengan memasukkannya ke dalam pipa menggunakan ember. Namun, cara tersebut belum efektif untuk memenuhi kebutuhan lahan sehingga diperlukan dukungan pompa air.
Selain pompa, petani dan penyuluh mengusulkan perbaikan saluran sekunder melalui Proyek DIR Tanggiran dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Usulan meliputi penyesuaian lebar dan kedalaman saluran serta pengaturan muara agar air pasang surut dapat bertahan lebih lama. Pembangunan embung juga menjadi alternatif karena lahan untuk pembangunannya telah tersedia.
Kebutuhan lain yang turut diidentifikasi meliputi jembatan antar lahan, pintu air, serta TR2. Berbagai kebutuhan tersebut akan menjadi bahan koordinasi untuk menentukan dukungan yang diperlukan di lokasi.
BRMP Kalteng bersama petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan pihak terkait akan menindaklanjuti kondisi tersebut untuk mengurangi risiko puso dan menjaga keberlanjutan pertanaman di lahan CSR Ganepo.